Berita

Indonesia Kembali Impor Sapi Australia dengan 9 Syarat

54
×

Indonesia Kembali Impor Sapi Australia dengan 9 Syarat

Share this article
Vaksinasi ternak sapi perah di Sleman bertujuan untuk menghentikan dan mengendalikan penyebaran virus LSD pada hewan tersebut.
Vaksinasi ternak sapi perah di Sleman bertujuan untuk menghentikan dan mengendalikan penyebaran virus LSD pada hewan tersebut.

SULUTVIRAL.COM – Pada Jumat (8/9/2023), Indonesia telah mengizinkan lagi impor sapi dari Australia setelah sempat ditangguhkan akibat temuan virus Lumpy Skin Disease (LSD) sebelumnya. Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Bambang, mengumumkan bahwa Pemerintah Australia telah setuju untuk memenuhi sejumlah permintaan Indonesia. Sebagai hasilnya, mulai hari ini, Australia dapat kembali mengirimkan sapi ke Indonesia.

Bambang menjelaskan bahwa jadwal pengiriman akan tergantung pada kesiapan Australia, mengingat ada pengiriman yang tertunda akibat temuan LSD sebelumnya. Keputusan kapan akan memulai pengiriman kembali sepenuhnya ada di tangan Australia.

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Australia pada Kamis (7/9/2023), tercapai kesepakatan bahwa Indonesia akan membuka kembali perdagangan sapi dengan syarat-syarat yang telah disepakati. Kesepakatan tersebut mencakup sembilan poin utama:

  1. Australia akan melakukan deteksi dini di seluruh fasilitas peternakan dan mematuhi protokol kesehatan hewan Indonesia.
  2. Australia akan memastikan kesehatan sapi sebelum diekspor ke Indonesia.
  3. Australia akan memberikan laporan berkala kepada Indonesia mengenai pengawasan kesehatan hewan sebagai bagian dari program pengawasan nasional di Australia.
  4. Australia akan berbagi informasi dengan Indonesia tentang tindakan biosecurity pada kapal yang digunakan untuk ekspor ternak.
  5. Indonesia akan menerapkan sistem pemberitahuan sebelumnya (prior notice) dari Barantan untuk impor hewan hidup, yang memungkinkan eksportir memberikan informasi tentang setiap pengiriman.
  6. Australia akan mengajukan proposal untuk melakukan investigasi bersama dan inspeksi bersama terhadap tujuh fasilitas peternakan yang sebelumnya ditangguhkan.
  7. Australia akan melakukan surveilans penyakit hewan secara rutin untuk memastikan kesehatan hewan dan melaporkannya kepada organisasi kesehatan hewan dunia serta pemerintah Indonesia. Hasil surveilans akan dipublikasikan setiap triwulan.
  8. Indonesia akan mencabut penangguhan impor saat Australia memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  9. Indonesia akan memberi tahu Australia jika ada sapi yang dikirim dari Australia terkena LSD atau ada ketidakpatuhan lain terhadap protokol kesehatan hewan hidup.
Sulut Viral Grup