BeritaOlahraga

VIRAL! Dayung dan wushu jadi sumber medali pertama Indonesia di Hangzhou

37
×

VIRAL! Dayung dan wushu jadi sumber medali pertama Indonesia di Hangzhou

Share this article
Edgar Xavier Marvelo, atlet wushu Indonesia, meraih medali perak di nomor Changquan Asian Games ke-19 tahun 2022 di Hangzhou, China, dengan skor total 9.786.
Edgar Xavier Marvelo, atlet wushu Indonesia, meraih medali perak di nomor Changquan Asian Games ke-19 tahun 2022 di Hangzhou, China, dengan skor total 9.786.

SULUTVIRAL.COM – Sehari setelah Asian Games 2022 dibuka di Hangzhou, kontingen Indonesia telah memulai perjuangan mereka dengan meraih satu medali perak dan tiga perunggu, sementara tuan rumah China mengamankan 20 medali emas.

Dalam klasemen medali yang diterbitkan di situs resmi Asian Games Hangzhou, Indonesia saat ini berada di peringkat kedelapan dengan satu medali perak dan tiga perunggu. Kontingen tuan rumah, China, memimpin dengan 20 emas, diikuti oleh Korea Selatan di posisi kedua dengan lima emas, dan Jepang di posisi ketiga dengan dua emas.

Medali pertama bagi Indonesia datang dari cabang olahraga dayung, dengan Chelsea Corputty dan Mutiara Rahma Putri meraih perunggu dalam nomor lightweight women’s double sculls.

China mendominasi perolehan medali dengan jarak yang signifikan dari negara lain, sementara Indonesia berada di bawah India dan di atas Mongolia dalam klasemen sementara.

Kemenangan Chelsea dan Mutiara menginspirasi pedayung Indonesia lainnya, dengan dua medali perunggu tambahan dari nomor men’s double sculls dan nomor men’s eight.

Namun, dominasi China dalam perolehan medali masih sangat mencolok, menunjukkan kekuatan mereka dalam kompetisi ini.

Medali Perak Wushu

Dalam cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo berhasil menyamai prestasinya di Asian Games 2018 dengan meraih medali perak untuk Indonesia. Edgar, yang berusia 24 tahun, mencatatkan skor total 9.786 dalam kompetisi yang berlangsung di Xiaoshan Guali Sports Centre Taolu, Hangzhou.

Medali emas diraih oleh atlet China Sun Peiyuan dengan skor 9.840, sementara medali perunggu diberikan kepada atlet Makao Song Chi Kuan dengan skor 9.760. Edgar, yang tampil sebagai peserta terakhir, berhasil membuat para juri terkesan dengan jurus dan aksi akrobatiknya selama satu setengah menit, mengumpulkan poin lebih banyak daripada pesaingnya.

Setelah pertandingan, Edgar berbicara tentang fokusnya selama kompetisi dan bagaimana ia berusaha untuk tidak terpengaruh oleh penilaian pesaingnya. Dengan pencapaiannya ini, ia berharap dapat menginspirasi atlet Indonesia lainnya untuk memberikan yang terbaik selama Asian Games di Hangzhou.

Dari cabang judo, Maryam March Maharani dari Indonesia harus mengakui ketangguhan judoka putri Mongolia, Sosorbaram Lkhagvasuren, dalam pertarungan perebutan medali perunggu judo putri kelas 52kg. Meskipun ada harapan untuk medali perunggu, Maryam tidak mampu melaksanakan bantingan terhadap lawannya, yang pada akhirnya berhasil mencetak ippon dan meraih kemenangan atas Maryam.

Selain itu, Dewa Kadek Rama Warma Putra dari Indonesia, yang berkompetisi di nomor 66kg putra, juga harus tersingkir pada babak 32 besar. Dia menghadapi wakil Taiwan, Yen Ming Chen, yang berhasil mengalahkannya dengan selisih satu poin Waza-Ari.

Timnas Sepak Bola ke 16 Besar

Dari cabang sepak bola, tim nasional Indonesia U-24 telah memastikan tempat di babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di Grup F, meskipun mengalami kekalahan 0-1 dari Korea Utara dalam pertandingan terakhir grup, dengan gol dicetak oleh Kim Yusong pada menit ke-40.

Tim yang diasuh oleh Indra Sjafri ini menutup fase grup di posisi ketiga dalam Grup F dengan tiga poin. Hasil pertandingan sebelumnya melibatkan kemenangan 2-0 atas Kirgistan, kekalahan 0-1 dari Taiwan, dan kekalahan 0-1 dari Korea Utara.

Perubahan pada klasemen Grup F terjadi karena Kirgistan berhasil mengalahkan Taiwan dengan skor 4-1 dalam pertandingan terakhir mereka. Sebagai hasilnya, Kirgistan, Taiwan, dan Indonesia sama-sama mengumpulkan tiga poin.

Kirgistan dan Indonesia menduduki peringkat kedua dan ketiga karena memiliki produktivitas gol dan selisih gol yang lebih baik daripada Taiwan. Kirgistan memiliki catatan gol mencetak dan kebobolan 4-4 dengan selisih gol nol, sedangkan Indonesia mencetak dan kebobolan 2-2 dengan selisih gol nol. Taiwan berada di posisi keempat dengan catatan gol mencetak dan kebobolan 2-6 serta selisih gol minus empat.

Lawan berikutnya untuk Indonesia di babak 16 besar akan ditentukan setelah Grup C selesai memainkan pertandingan terakhirnya. Meskipun tim Indonesia mengalami dua kekalahan setelah memenangkan pertandingan pertama, pelatih Indra Sjafri memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas upaya mereka.

Asian Games ke-19 akan berlangsung hingga 8 Oktober dengan partisipasi 12.500 atlet dari 45 negara Asia yang bersaing dalam 40 cabang olahraga di berbagai arena di Hangzhou dan lima kota pendukung lainnya.

Kontingen Indonesia yang terdiri dari 413 atlet berkompetisi dalam 30 cabang olahraga dengan target 12 medali emas dan upaya untuk mencapai peringkat 12 besar, walaupun Presiden Joko Widodo berharap Indonesia bisa meraih peringkat 10 besar.

Sulut Viral Grup