Berita

VIRAL! Referendum Australia untuk Pengakuan Masyarakat Adat di Parlemen

37
×

VIRAL! Referendum Australia untuk Pengakuan Masyarakat Adat di Parlemen

Share this article
Ilustrasi.
Ilustrasi

SULUTVIRAL.COM – Australia telah memulai proses referendum publik pada tanggal 3 Oktober 2023, yang bertujuan untuk mengesahkan suara masyarakat adat dalam Parlemen. Warga Australia akan memberikan suara pada tanggal 14 Oktober, dan tempat pemungutan suara tersedia mulai tanggal 3 Oktober.

Referendum ini merupakan hasil dari Pernyataan Uluru pada tahun 2017, yang dikeluarkan oleh lebih dari 250 pemimpin masyarakat adat. Pernyataan tersebut meminta reformasi terhadap isu-isu yang memengaruhi masyarakat adat.

Jika disetujui, reformasi ini akan mengakui masyarakat Aborigin dan Penduduk Pribumi Selat Torres dalam konstitusi Australia dan membentuk badan permanen yang memungkinkan mereka memberikan masukan kepada pemerintah.

Para pendukung reformasi ini berpendapat bahwa ini akan meningkatkan kondisi hidup, kesehatan, dan pendidikan masyarakat Aborigin dan Penduduk Pribumi Selat Torres, yang saat ini lebih buruk daripada warga Australia lainnya.

Namun, ada juga yang menentangnya, merasa bahwa referendum ini lebih bersifat simbolis dan tidak akan menghasilkan perubahan yang signifikan. Mereka juga khawatir bahwa ini bisa merusak struktur pemerintahan Australia.

Untuk berhasil, referendum ini memerlukan dukungan mayoritas warga Australia, serta dukungan mayoritas di setidaknya empat dari enam negara bagian Australia.

Meskipun jajak pendapat terbaru menunjukkan penurunan dukungan terhadap Suara Masyarakat Adat, jajak pendapat terbaru menunjukkan adanya peningkatan dukungan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Perlu diingat bahwa Australia terakhir kali mengadakan referendum pada tahun 1999, ketika warga menolak peluang untuk menjadi republik. Hanya delapan dari 44 referendum yang berhasil diselenggarakan di Australia, yang terakhir pada tahun 1977, dan keberhasilannya memerlukan dukungan dari kedua belah pihak politik.

Sulut Viral Grup